welcome to galeri nazha

Kamis, 07 Juni 2012

ANTIIBIOTIK ALAMI, PATUT DICOBA N BUKTIKAN DEH!!

Buat emak-emak kayaknya ini artikel bagus deh, apalagi yang masih baru pertama kalinya punya beibi. Kayak saya sih. Biasanya bakal panik kalau si anak mendadak badannya panas. Meskipun panasnya dikit tapi namanya anak ya pasti paniknya duluan. Berbagi resep aja sih, dulu kalau badan lagi panas selalu dikasi air perasan kunir sama Ibu saya. Secara, saya ini orangnya ogaaah banget kalo disuruh minum obat. Selain pahit rasanya, saya harus pake pisang kalo minum obat. Hahahaa.... Lanjut nih ya, dengan air perasan kunir yang dikasih madu alhasil nggak lama, paling semalem aja panasnya berkurang. Kunirnya sih kunir kuning, ada yang bilang yang putih lebih manjur. Sayaa sudah coba dua-duanya, tapi kayaknya sih sama aja deh... Nggak tau lagi sih kalo ada yang ngerasa beda-beda. Hehehe...

Dikarenakan musim sekarang yang lagi nggak menentu, saya berniat membagi resep antibiotik alami yang khasiatnya manjur dan saya sudah membuktikan juga nih. Karena anak saya dulu masih 3 bulan, dan sudah mulai berpolah, panas juga badannya. Berdasarkan rekomendasi orang tempoe doeloe, saya oleskan bawang merah yang saya potong tipis saya campur dengan minyak telon, anak syaa panasnya mereda tuh. Cuma, karena kulit anak saya sensitif , yaaaa gitu deeeh, ada bintik-bintik merah kayak orang gatel gitu. Alamaaakkk... meski manjur bener tuh bawang merah tapi saya stop lah akhirnya. Bukan cuma bawang merah aja, saya pernah kasih juga daun jati cina untuk hilangkan kembung perut my pretty baby girl. Hasilnya sama, bintik-bintik merah alergi gitu. Emang sih lama-lama ilang sendiri tapi nggak tega ngelihatnya maakk.. huhuhuuu....

So, intinya, setelah baca rekomendasi artikel yang saya bagi ini, pinter-pinter emak saja yaa menanggapinya... Masing-masing anak punya tingkat sensitifitas yang beda-beda. Intinya, saya cuma nggak rela aja kalo buah hati kita tercinta sering-sering dikasih antibiotik dengan proses kimia, apalagi kalo cuma sekedar panas aja.

Ini dia maaak, lima antibiotik alami diantara sejuta tanaman yang bisa jadi obat alami yang ada disekitar kita... Semoga bisa jadi referensi bagus untuk lebih sayang keluarga kita, suami, anak, orang tua, saudara, dan kita sendiri. 

Simak yuukkkk...

Bila para dokter saat ini makin jarang memberikan resep antibiotik, itu bukan berarti mereka ingin Anda menderita lebih lama. Mereka hanya sedang berhati-hati tidak memberi antibiotik dengan mudah. Sebabnya, pengobatan modern dan obat-obatan berlebihan selama beberapa dekade terakhir telah membuat bakteri kebal terhadap antibiotik. 

Jika Anda diberikan antibiotik, itu berarti Anda benar-benar membutuhkannya untuk melawan infeksi. Namun kalau hanya untuk penyakit ringan, batuk dan flu, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh, ada banyak makanan, herbal dan ekstrak tumbuhan yang bermanfaat.

Berikut adalah lima antibiotik alami untuk Anda coba:

Bawang merah
Kandungan belerang dalam bawang merah (yang memberikan bau kuat dan rasa khas) dipercaya mengandung zat diuretik dan antibakteri. Seperti halnya cara tradisional yang digunakan bawang putih untuk melawan flu, sirup yang terbuat dari bawang merah bekerja sebagai ekspektoran (membantu mengeluarkan lendir dan bahan lainnya dari paru-paru, bronkus, dan trakea) untuk batuk yang membandel. Juga dapat membantu meningkatkan aliran darah serta berfungsi melawan radang.

Bawang putih
Sebagai salah satu tanaman obat tertua, bawang putih digunakan di banyak kebudayaan sebagai antibiotik alami dan karena kemampuannya melawan demam dan flu. Zat kimia allicin membuat bawang putih memiliki rasa dan bau yang kuat serta memiliki zat therapeutic (pengobatan atau terapi yang menyembuhkan penyakit atau mengurangi rasa sakit). Hasil penelitian menunjukkan, bawang putih juga dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi kadar kolesterol. Ditambah lagi, hasil penelitian baru-baru ini menemukan bahwa bawang putih lebih efektif mengobati keracunan makanan daripada obat-obatan standar lainnya.

Teh hijau
Meskipun bukan antibiotik yang cukup kuat, namun teh hijau dalam penelitian ilmiah dapat membantu kinerja antibiotik. Selain tinggi kandungan antioksidan dan secara umum bermanfaat buat tubuh, teh hijau juga rendah kafein dan dapat membuat bakteri rentan terhadap antibiotik.

Madu
Madu bagus untuk luka dan infeksi, terutama madu Manuka, dari lebah yang secara eksklusif diberikan tanaman manuka di Selandia Baru dan Australia. Madu tersebut juga terkenal mengandung antibiotik. Mengandung enzim antimikroba yang mengeluarkan hidrogen peroksida, madu dapat menghalangi pertumbuhan bakteri dan digunakan untuk mengobati infeksi bakteri internal dan eksternal, termasuk radang perut. Setetes madu Manuka ampuh mengobati infeksi.

‘Echinacea’
Sebagai ekstrak tumbuhan, Echinacea digunakan untuk melawan berbagai gigitan serangga, bakteri dan virus. Juga merangsang sistem kekebalan tubuh agar sel darah putih dapat lebih efektif melawan infeksi. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi suplemen Echinacea secara rutin dapat mengurangi peluang terkena pilek sekitar 58 persen dan akan mengurangi peluang terkena penyakit. Namun efektivitasnya dapat berkurang, jadi disarankan untuk mengonsumsinya hanya selama beberapa pekan, terutama selama sakit di musim dingin dan jika kamu merasa daya tahan tubuhmu menurun.


Silakan mencoba lima resep yang saya rekom ya.... Hidup sehat adalah hak kita semua. ^__*



0 komentar:

Poskan Komentar